Silades.30 Juni 2026 – Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) Jakarta bekerja sama dengan PT Martina Berto menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Produktivitas Petani Melalui Pemasaran Digital yang dilaksanakan di Kampung Djamu Organik, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para petani dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran hasil pertanian agar memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para petani melalui penguatan produktivitas dan perluasan akses pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Desa Sundawenang, Ny. Rika Sri Derma, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UKRIDA Jakarta dan PT Martina Berto yang telah menunjukkan komitmennya untuk turut serta mendukung kesejahteraan petani melalui pengembangan kapasitas di bidang pemasaran digital.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UKRIDA dan PT Martina Berto yang telah menghadirkan pelatihan ini. Upaya peningkatan produktivitas petani melalui pengembangan pemasaran produk pertanian secara digital sangat relevan dan bermanfaat di era yang serba digital seperti saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan tersebut perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Menurutnya, sektor pertanian saat ini tidak cukup lagi dikelola secara konvensional, namun harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.
“Produk-produk pertanian tidak hanya dipasarkan melalui kios atau lapak tradisional, tetapi juga harus mulai dipasarkan secara virtual agar jangkauan pemasarannya semakin luas. Dengan pasar yang lebih luas maka potensi penjualan akan meningkat. Di sisi lain, petani juga perlu terus meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya agar mampu memenuhi kebutuhan pasar,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh para petani yang mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, pengenalan platform pemasaran daring, serta penguatan kemampuan dalam membangun nilai tambah produk pertanian.
Diharapkan melalui pelatihan ini, para petani dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan pemasaran yang lebih modern, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta pada akhirnya mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Sukabumi.
Tim Silades